Ciptakan hidupmu

tempat aku mencoba untuk bicara serius

Jika Nasi Sudah Jadi Bubur

Hari ini aku teringat kata-kata temen aku waktu SMA “jika nasi sudah jadi bubur kenapa tidak kita tambahkan ayam goreng dan sayur. Jadi deh bubur ayam istimewa.” Mungkin kata-kata itu tidak istimewa tetapi terkandung makna yang cukup dalam (sedalam sumur di kampung aku). Yang artinya lebih kurang (banyak kurang kelihatannya) kita tidak usah menyesali sesuatau hal yang telah terjadi tetapi kita justru memperbaiki semua yang telah terjadi.

Mengingat hal itu aku jadi berfikir, bagaimana jika bubur itu terlalu encer karena terlalu banyak air atau terlalu padat karena kurang air. Bukankah itu merupakan bubur yang tidak sempurna. Kemudian bagaimana kalau tidak ada ayam goreng atau sayur. Apa yang bakal kita tambah, tidak sempurna juga bubur ayam yang kita buat. Kemudian setelah kita buat bubur ayam itu siapa yang akan makan? Mungkin itu bukan masalah karena yang namanya makanan pasti banyak yang suka apalagi negeri ini banyak orang lapar baik lapar dalam arti sebenanya atau dalam arti yang lain.

Terlepas dari itu semua, kita patut bersyukur kita masih bisa menikmati enaknya bubur ayam. Hidup bubur ayam!!!

Iklan

September 13, 2008 Posted by | uncategorized | Tinggalkan komentar

Tragedi waktu buka puasa

Cerita ini berawal dari waktu aku dapat sms undangan buka puasa besok di rumah makan sebut saja namanya B (nama aku samarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan) dari seorang rekan dari luar ITB. seperti biasa kalo membaca sms yang isinya mengundang makan-makan, derajat antusiasme saya meningkat (emang ada gitu).

Besoknya aku berangkat jam 4-an karena di undangan jam 4 (katanya keburu penuh rumah makannya, ngetek tempat dulu lah). waktu ke sana aku dengan begonya asal jalan kaki ngak pake angkot (sekalian jalan sehat sore-sore ) mengunakan intuisi dan ansumsi-ansumsi yang belum tentu benar, dan hasilnya bisa kita tebak saja tersesat selama hampir satu jam. Karena udah lelah aku minta jemput saja temen aku dengan SMS dengan memastikan jalan yang aku kasih tahu bener (kenapa tidak dari rumah aja ya minta jemputnya).

Sampai di sana aku bertemu dengan rekan aku. Dia ngenalin aku ke temen-temennya (cuma 2 orang disana yang aku kenal, sisanya baru kenal). Setelah ngenalin aku dengan temen-temennya (yang sampe sekarang aku lupa namanya) di menyuruh aku dan temen-temennya untuk antri ambil makanan, waktu aku lihat antriannya langsung aja bikin aku shock. Ini antri beli makanan atau antri beli minyak tanah yang sekarang jadi berita di televisi dan media lainya, panjang banget deh. Dengan terpaksa aku antri deh.

Waktu aku bagian ambil makanan (di rumah makan ini make model prasmanan) bingung juga. Setelah pilih-pilih aku ambil sub jamur (unik aja) ama ikan teri dan daging sapi (mumpung dibayarin ambil saja suka-suka). terus ambil minumnya es kelapa muda. Waktu aku balik ke tempat makan mulamula aku agak pesimis bakal nyampe ngak karena jalanna penuh tapi dengan tekat membara aku berhasil menerobos barikade (emang lagi demo), akhirnya sampai juga di meja makan aku. tiba-tiba . . .

PRAAAAKKKK, piring aku jatuh kesenggol temen aku. Sial banget tadi udah lolos dari barikade tapi sampe di meja jatuh makanannya. Untungnya pelayan restoran bilang “ngak papa, bisa diganti kok”. (padahal mungkin dalam hatinya dia bilang” dasar bodoh masak bawa makanna aja ngak bisa).

Itulah seklumit tragedi waktu buka bareng di Restoran itu, kejadian selebihnya terjadi seperti biasa.

NB: kalo mau melakukan apapun harus hati-hati, tidak usah buru-buru tapi nyampe.

September 8, 2008 Posted by | uncategorized | Tinggalkan komentar

Apa itu Doktrin?

Kemarin-kemarin ada kejadian yang menyebabkan kenapa aku menulis tentang hal ini. Kejadian tersebut tidak perlu aku jelaskan karena pasti bisa satu novel baru selesai. Kebanyakan orang kalo dengar kata doktrin pasti berpikir negatif. Padahal kita hidup sebenarnya saling mendoktrin sama lain. Kerasa tidak kalau kita sebenarnya pernah mendoktrin dan di doktrin. Doktrin itu sendiri apa sih? menurut aku dan dengan referensi beberapa sumber doktrin itu suatu proses menyampaikan isi pikiran kita ke orang lain dan berusaha orang lain itu terpengaruh dan setuju dengan pikiran kita. Media doktrin bermacam-macam mulai dari tulisan dampai lisan. Dari definisi aku diatas (sementara ini itu dulu definisi yang menurut aku pas) jadi doktrin itu belum tentu negatif tergantung isi dari pikiran si pendoktrin yang akan di doktrinkan itu baik atau buruk. Bahkan menurut aku agama disebarkan dengan cara doktrin juga.

udahan dulu temen-temen, ntar kau bilang aku sedang mendoktrin lagi!!!

September 7, 2008 Posted by | uncategorized | Tinggalkan komentar

Aku Pengembara

Aku seorang pemgembara yang mengembara di rimba kegelapan ini
rimba yang tidak mengenal belas kasihan
Aku seorang pengembara yang mencari YA berbekal TIDAK
karena aku tidak tahu apa itu kata iya
Aku seorang pengembara yang berteman dengan kesendirian
teman yang selalu menemani tanpa menuntut
Aku seorang pengembara yang menyusuri jalan yang penuh luka
luka lelaki luka tanpa darah tetapi sakitnya menusuk hati

September 5, 2008 Posted by | puisi | Tinggalkan komentar

bulan Ramadhan

Udah 4 hari nih bulan Ramadhan kita lalui. Sudah 4 hari ini kita udah berpuasa.

Apa sih yang telah kita dapatkah dalam 4 hari ini? berkah bulan Ramadhan atau kita tidak dapat apa-apa.

Apakah puasa kali ini memiliki makna tersendiri buat kita atau tidak ada makna apa-apa?

Kawan mungkin 4 hari ini tidak bisa mewakili keseluruhan bulan Ramadhan yang Agung ini tapi tanpa 4 hari ini bulan Ramadhan tidaklah lengkap.

Kawan-kawan jadikan momen Ramadhan ini untuk evaluasi diri kedepan. Evaluasi keseluruhan apa yang telah kita perjuangkan, apa yang telah kita buat, dan apa yang telah kita kerjakan.

September 5, 2008 Posted by | uncategorized | Tinggalkan komentar

tulisan pertama aku

ini tulisan pertama aku.

bingung mau tulis apa tetapi aku cuma bisa mengungkapkan rasa senang aku karena aku udah punya banyak teman. terbayang tidakwaktu pertama kali masuk ITB aku datang ke Bandung sama bapak aku. kemudian aku menginap di kos kakak kelas aku. disini aku hampir tidak mengenal siapa saja .

alhamdulilah sekarang udah banyak yang aku kenal

cukup sekian aja. binggung mau tulis apa lagi dan cukup sekian saja perkenalannya

September 5, 2008 Posted by | uncategorized | Tinggalkan komentar